Sabtu, 08 Januari 2011

Selamat datang di Jakarta Good Food Guide

Beautika
Laksmi Pamuntjak

Ayam Rica Beautika (Vivanews/ Tri Saputro)
RESTORAN LAINNYA
  • Palalada
  • Padang Bistro
  • Imperial Cakery & Dim Sum
  • Basara
  • Ikan Bakar Duta Makassar
Jalan Hang Lekir no. 1
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Tel. 722 6683

Kenapa orang rela berkerumun dalam cuaca apapun di depan counter pajangan makanan Beautika, di sebuah teras berkanopi yang reyot, menimbulkan pertanyaan-pertanyaan di luar batas kuliner. Namun restoran ini benar-benar hidup dalam ingatan –makanannya, maksud saya—dan entah kenapa amat konsisten. Ayam Ternatenya belaka sepadan dengan bunyi-bunyi yang ditimbulkan seputar kelezatannya yang nyaris legendaris: bayangkan saja, ayam bakar bergelimang sambal kental yang kaya dengan gula merah pekat, dengan sentuhan Nonya—pendek kata, sesuatu yang quixotik mengingat pakemnya.

Secara umum, makanan yang disuguhkan adalah peningkatan dari apa yang lazim dianggap standar: ayam, ikan dan hasil lautnya dibakar atau digoreng dan dipadukan dengan rica-rica, bumbu paniki, tuturuga, woku belanga—semua bumbu dan saus tradisional Manado –sementara sejumlah hidangan khas seperti ayam isi di buluh (ayam yang dimasak berjam-jam dalam bambu dan disajikan dengan saus cabe hijau yang pedas), tumis tinta cumi, dan kuah asam (yang satu ini kuah yang mantap, perpaduan pedas manis dan asam, biasanya dipadu dengan ikan) adalah hidangan-hidangan sunnah. Ikan marlin bakarnya sangat enak jika dipadu dengan rica-rica, demikian juga hampir semua hidangan tumis sayur yang melibatkan bagian-bagian pepaya –bunga, daun, tunas.

Pepes-nya adalah keindahan yang lain, penemuan yang terlalu sering dianggap sebagai hidangan pelengkap di kepulauan ini, dan—seperti sepanjang jalan dari Yucatan sampai Jawa Barat—alasan pemakaian daun pisang adalah untuk memberi rasa yang lembut membumi pada makanan. Di sini, tude daun pepaya dan telor cakalang-nya menonjol. Anda memesan di depan pajangan makanan dan menunggunya di meja di salah satu ruang makan. Ruangan di lantai dua lebih luas di mana Anda bisa merokok. Juga di Jalan Abdul Muis 70A, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Tel. 381 2340.

Harga: sekitar Rp 220.000 (6-7 makanan)
Jam buka: 08:00 – 20:00
Busana: kasual
Atmosfer: nyantai, rumahan
Alkohol: tidak tersedia
Metode pembayaran: tunai
Diulas pada: September 2007

Sumber : Jakarta Good Food Guide

Ikan Bakar Duta Makassar
Laksmi Pamuntjak

Ikan Bakar RM Makassar (Vivanews/ Nurcholis Anhari Lubis )
RESTORAN LAINNYA
  • Bakmi Aheng
Jl. Casablanca no. 37
Tebet
Jakarta Pusat
Tel. 831 6158

Tebet has much to be grateful: this basic, laid-back, two-storey semi-permanent restaurant, with its once bustling, productive kitchen that made light of churning out dish after tasty dish with lightning speed to an adoring clientele, as well as the H. Mamink Daeng Tata empire next door and around the area, has done much to reinforce the area’s reputation as a Makassar cuisine stronghold. The world is ever more plural now, and the clientele has subsequently dwindled, but the food still merits a look: the fried rice with crabmeat comes slightly burned on top, which is the way regulars prefer it, and the squid in butter sauce is agreeably savoury. Best is the no-holds-barred stir-fried convolvulus in oyster and spicy black bean sauce, still every inch as palatable as it was five, six years ago.

The Makassar influence is less palpable in dishes requiring tomatoes and other tangy lifters such as a rather insipid dish of prawns in spicy Padang sauce  or the no-holds-barred stir-fried convolvulus in oyster and chilli sauce. The quality of the house specialty, grilled fish, has also slipped, no matter how much sweet soy sauce spiked with slices of raw chilies and zesty condiment made of pickled shallots, onions, tomatoes and chillies you drizzle on it. Renovations underway.

Price range: Around Rp 60,000 - Rp 100,000 for 2
(if you order prawn dishes, which can be
Rp 40,000/portion)
Operating hours: 10:00 – 22:00
Catering available
Dress code: casual
Atmosphere: casual folksy
Cash only
Reviewed: January 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar